EKONOMI

Ketua Organda : Himbauan Dishub Morotai Rugikan Pengusaha Angkot

MOROTAI, Koridor Malut – Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Pulau Morotai, Irfan Hi. Abdurrahman menilai, kebijakan Dinas Perhubungan (Dishub) Pulau Morotai yang ingin membatasi jumlah penumpang angkutan kota (Angkot) berpotensi merugikan sopir dan pengusaha angkot. Pasalnya, pendapatan sopir dan pengusaha angkot sangat bergantung dari besarnya jumlah penumpang.

“Jika jumlah penumpang dibatasi, jelas sangat merugikan,” lata Irfan, Jumat (10/04).

Menurutnya, saat ini saja, pendapatan angkot rata-rata sudah mengalami penurunan yang sangat signifikan, yakni mencapai 75 persen. Jika pembatasan jumlah penumpang ini diberlakukan, maka dipastikan pendapatan angkot akan menrosot lagi.

“Kami menudukung langkah pemerintah dalam membasmi penyebara Covid 19, tapi dengan kebijakan yang tidak merugikan. Kalaupun kebijakan itu terpaksa diambil, maka pemerintah harus memberikan insentif. Contohnya kami pengusaha angkot, yang dibutuhkan sekarang bukan beras dan sabun, tapi ada kesetabilan dalam berusaha, dan itu hanya bisa dijawab dengan insentif,” tandasnya.

Masih katanya, jika kebijakan dishub itu diberlakukan buat bentor, dampaknya tidak terlalu signifikan, bahkan tukang bentor yang diuntungkan. Sebab, berapa pun jumlah penumpang bentor, yang dibayar itu hanya satu orang. (***)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close